Hubby, Jadikan
Aku Makmum Di Setiap Sholatmu
Hingga saat ini aku begitu mengagumimu…
Di mataku, dari sisi manapun kau selalu istimewa
Bahkan aku lupa kapan perasaan ini singgah untuk pertama kali
Yang jelas rasa kagum ini sepertinya akan selalu melekat hingga tanpa
akhir
Sesungguhnya, ketika pertama kali berjumpa tak ada sedikitpun yang
special darimu
Tidak ada yang istimewa dari dirimu, dimataku kamu tidak lebih dari pria
kebanyakan yang cenderung biasa saja
Saat itu tak terbersit secuilpun kenginan untuk bersanding menjadi makmum
dalam setiap sholatmu. Bisa menjalin persahabatan denganmu saja aku masih
berfikir dua kali
Kala itu, sosokmu yang terlalu biasa itu sama sekali tak menyentuh angan
di benakku
tentang imam sepanjang hayatku
Mungkin inilah akibat keterbatasan ilmu yang kumiliki,
Hingga tidak bisa mengeja pribadimu yang sebenarnya begitu luar biasa.
Semua itu berlalu begitu saja sampai waktu yang bergulir,
berhasil membawa jiwaku yang perfeksionis mengenal sosokmu yang seutuhnya
Saat itulah semua penilaianku tentangmu seluruhnya terpatahkan. Memang
tidak sepantasnya kita menilai sesuatu dari cover namun harus dibaca, difahami
bahkan harus dicermati berulang kali
Kini semua berputar 180 derajat….
Kuasa Illahi dan waktu memang telah merombak seluruh pemikiran
tentang pribadimu yang tidak lebih
dari skor biasa. Dibalik itu semua kini tersibaklah tirai yang sebelumnya
menghalangiku menyaksikan pribadi dan akhlakmu yang luar biasa.
Pribadi dan akhlak mulia yang membuat setiap perempuan
bahkan semua orang merasa terpesona
Namun semua kekaguman itu kubiarkan agar hanya Alloh dan aku yang
mengetahuinya
Aku tak sanggup memendam rasa malu untuk menjabat jiwa dan ragamu yang
super istimewa Meski kerinduan dan kekaguman ini hanya sepihak dan tak
terbendungkan,
namun aku tetap pada pendirianku
Maafkan aku, karena sudah begitu mengagumimu hingga demikian tanpa
persetujuanmu.
Yang ku bisa hanyalah memanjatkan bait-bait
namamu
serta harapan untuk menjadi makmum hidupmu dalam setiap sujudku
Aku takkan lelah menanti kerinduan yang saat ini hanya sebelah tangan
Ku tancapkan benih cinta yang semoga tak menyalahi perintah-Nya
Aku hanya menanti kebetulan demi kebetulan yang telah mempertemukan kita sejak
awal
Aku hanya percaya Alloh…
Entah bagaimana kuasa-Nya menyampaikan rasa kagum yang mendalam ini
Aku hanya mampu menduga-duga
keadaanmu, kesibukanmu, aktifitasmu…
serta menitipkan salam kerinduan ini melalui lantunan doa di penghujung
lima waktuku
Rindu dan kekaguman yang mendesak inilah yang senantiasa menguji
kesabaranku
Meski dari jauh, ku jadikan kamu kekasih yang selalu ku rindukan dalam
angan
Berharap suatu saat kau akan jabat tangan ini dalam sebuah ikatan akad
Kerinduan yang panjang ini memang tidak pernah lapuk
namun ternyata semakin lama diri yang lemah ini tak kuasa lagi
membendungnya
Bahkan aku hampir terpuruk oleh rasa yang terpendam selama ini
Hubby, tahukah engkau?
Bahwa saat itulah kado terindah dari Alloh itu datang
Saat dimana kau datang dan melingkarkan bulatan emas di jari manisku
Saat yang selama bertahun-tahun yang aku bayangkan, ku impikan dan selalu
ku nantikan
Dan kini hanya menghitung detik demi detik untuk menjangkau hari jadi
kita
Inilah kisah pengagum rahasia yang berujung bahagia
Dimana aku dan kamu sebagai wayangnya
Kau lah imamku yang selama ini ku damba, imam impian yang kini kini
menjelma nyata
Sugguh tak ku sangka bahwa akulah makmum yang ditunjuk Alloh untuk
mendampingimu
Hubby…
Inshaa Alloh, aku tidak akan hanya menjadi makmum dalam setiap sholatmu
Namun satu jeda di belakangmu untuk mendukung dan mengingatkanmu dalam
khilafmu
Tidak hanya hari ini, namun
esok, lusa hingga tak terhitung masa
0 Response to "Hubby, Jadikan Aku Makmum Di Setiap Sholatmu"
Post a Comment