jadilah Perempuan yang Baik yang Tidak Akan Membuat Suaminya Melupakan Kewajiban Pada Orangtuanya



                Menikah adalah ikatan perkawinan yang tidak hanya mempersatukan dua insan namun juga dua keluarga. Sehingga sudah sewajarnya jika seorang istri menyayangi dan menghormati mertua atau orangtua suami sebagaimana orangtua sendiri, begitupun sebaliknya. Perempuan baik itu, akan berusaha dengan suaminya untuk membahagiakan orangtua dari kedua keluarga mereka.
                Meski begitu, tidak jarang dalam kehidupan modern ini kita menyaksikan seorang istri yang justru bermusuhan dengan mertuanya khususnya ibu sang suami. Bahkan bertemu dengan mertua laksana bertemu dengan nenek sihir. Padahal tidak seharusnya perempuan baik hati berakhlak demikian. Lantas bagaimana seharusnya akhlak seorang perempuan baik itu?
                 
Seorang perempuan baik hati tidak seharusnya memusuhi mertuanya
Tidak dapat dipungkiri terkadang ada seorang istri yang merasa cemburu saat suaminya berbuat baik atau memberikan sebagian riskinya kepada ibu bapaknya yang tidak lain adalah mertua kita. Bahkan saking cemburunya justru membuat perempuan baik hati berbalik membenci dan memusuhi mertuanya sendiri.
Rasa kesal, benci bahkan sisi pelit itu sering muncul jika suami berbagi dengan orangtuanya. Padahal tidak selayaknya seorang perempuan baik hati berbuat demikian, sebab bila wanita yang telah menikah maka yang berhak sepenuhnya adalah suami.  Sementara laki-laki yang telah menikah masih menjadi hak ibunya.
Berdasarkan sebuah hadist yang shahih diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Baginda Nabi SAW: :Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasululloh SAW menjawab, “Suaminya” (apabila telah menikah). Aisyah RA bertanya lagi, “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rosululloh menjawab, “Ibunya”. “ (HR. Muslim)
Sudah seharusnya seorang perempuan baik senantiasa mendampingi suami untuk mengarungi rumah tangga, termasuk dalam hal ibadah.Berbakti kepada kedua orangtua merupakan akhlak mulia dari seorang anak sebagai ibadah untuk memperoleh ridho Alloh.
Kedudukan orangtua terhadap anaknya sangatlah tinggi, hingga Alloh akan meridhoi saat orangtua juga ridho terhadap anaknya. Begitupun jika kita menyia-nyiakan orangtua maka murka Alloh akan menimpa kepada kita, naudubillah.
                Pentingnya berbuat baik kepada orangtua ini sebagaimana Sabda Rosululloh SAW: “Ridho Alloh terdapat pada keridhaan orangtua. Dan murka Alloh terdapat pada kemurkaan orangtua.” (HR. Turmudzi).

Perempuan baik tidak akan marah ketika suaminya mendahulukan ibunya
                Seorang laki-laki yang sudah menikah memang memiliki kewajiban untuk menyayangi, memperhatikan dan menafkahi perempuan baik yang telah dinikahinya serta anak-anaknya. Namun sangat wajar bila anak laki-laki yang telah menikah tetap berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Bahkan hal ini adalah kewajiban seorang anak kepada ibu dan bapaknya terlebih ibu.
                Sebagai perempuan baik selayaknya memahami bahwa meski anak laki-laki telah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri, namun ia tetap berkewajiban berbuat baik dan merawat orangtuanya, termasuk memberi nafkah andaikata mereka memang sudah tidak sanggup bekerja.
                Jabir Ra salah seorang sahabat bercerita, bahwa suatu hari seorang laki-laki datang kepada Rosululloh SAW, ia mengatakan: Ya Rosululloh, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu? Rosululloh menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”.” (HR. Ibnu Majah dan At-Thabrani).
                Dari hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa jika orangtua memerlukan bantuan, maka kita tidak diperbolehkan untuk menolaknya. Terlebih sampai menyakiti perasaannya. Seorang suami juga harus memberikan penjelasan dengan cara yang baik kepada istrinya sehingga permaisurinya tersebut meridhainya untuk berbuat baik kepada ibu dan bapaknya.
                Perempuan baik hati akan memahami bahwa suaminya memang sudah seharusnya menaati ibu dan bapaknya serta tidak memaksa suami untuk taat kepadanya. Karena sebenarnya, perempuan baik itu akan memahami dan menaati suaminya selama dalam kebenaran. Serta mengingatkan suami ketika ia khilaf.

Akhlak seorang perempuan baik hati kepada mertuanya yang semestinya
Sebagai perempuan baik hati, seyogyanya tidak akan melarang suaminya untuk berbuat baik kepada ibu dan bapaknya. Ia akan berusaha mengerti dan memahami bahwa seorang laki-laki walau telah menikah, namun masih memiliki kewajiban mengurus dan berbuat baik kepada kedua orangtuanya terlebih ibunya.
Secantik apapun seorang istri, juga tidak selayaknya membuat suami tega mengorbankan orangtua demi istrinya. Justru mereka seharusnya saling bahu membahu untuk memuliakannya.  Pasalnya berbakti kepada kedua orangtua tergolong kewajiban utama yang perintahnya dirangkai dengan perintah untuk beribadah kepada Alloh.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakku dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
Bahkan perempuan baik itu akan membantu, mendorong dan memberikan kesempatan kepada suaminya untuk berbuat baik kepada orangtuanya. Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Hrairah Ra, beliau berkata, Pernah ditanyakan kepada Rosululloh SAW, “Siapakah wanita yang paling baik?” Beliau menjawab. “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suaminya benci.”(HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Bani mengatakan bahwa hadist tersebut hasan shahih).
Ketika suami memberikan sebagian rejeki kepada ibunya, seorang istri tidak perlu takut, khawatir atau cemas rejekinya akan berkurang dan uang belanja menjadi tidak cukup. Yakin dan percayalah dengan rahmat Alloh, Dialah yang akan melipat gandakan rejeki anda dan suami serta menjadikannya lebih berkah.
Dengan akhlak demikian seorang istri dan perempuan baik hati tentunya akan memperoleh kebaikan berupa pahala. Pahala inilah yang akan menggiring perempuan baik itu dan suaminya menuju surga Alloh yang kekal. Amiiin Ya Robbal Alamin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "jadilah Perempuan yang Baik yang Tidak Akan Membuat Suaminya Melupakan Kewajiban Pada Orangtuanya"

Post a Comment