Wahai Lelaki, Pelajarilah Ilmu Agama Sebagai Penyelamatmu dan Keluarga di Akhirat


Saat ini kesadaran masyarakat terutama di Indonesia untuk membekali putra-putri mereka dengan ilmu agama memang sudah mulai terlihat. Hal ini terbukti dari banyaknya orangtua yang mempercayakan pendidikan buah hati mereka kepada sekolah yang berbasis agama, misalnya: Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) baik yang statusnya negeri maupun swasta.
                Di sisi lain, ternyata masih banyak anak-anak yang pandai dalam ilmu dunia namun untuk ilmu akhirat masih sangat kurang. Jangankan membaca Al-Qur’an setiap hari, sholat 5 waktu saja masih berlubang bahkan tidak dilakukan sama sekali. Mirisnya mereka memiliki segudang bakat dibidang musik, bahasa, seni dll namun kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tajwid masih jauh dari kriteria lancar.
                Pendidikan anak pertama kali memang berasal dari keluarga. Untuk itu segala ilmu kehidupan khususnya ilmu agama sudah selayaknya dibiasakan dan diajarkan sedini mungkin dilingkup keluarga. Sehingga ketika dewasa anak bisa mengerti akan hak dan tanggungjawabnya terhadap Rabb-Nya dan terhadap sesama.
                Lantas siapakah yang bertanggungjawab untuk mengajarkan ilmu agama dalam lingkup keluarga? Maka jawabannya, suamilah orang yang bertanggungjawab dan berkewajiban untuk mengajarkan ilmu agama. Untuk lebih jelasnya berikut informasinya.

Mengajarkan ilmu agama kepada keluarga adalah kewajiban suami
                Memberikan pengajaran dan pendidikan dalam perkara agama adalah salah satu hak istri yang harus dipenuhi oleh suaminya. Dengan cara memahami dan mengamalkan ilmu agamanya, maka seseorang akan memperoleh kebahagiaan di dunia serta akhirat.
Hal ini sebagaimana firman Alloh: Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang asar & keras, yang tidak durhaka terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengajarkan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim:6)
Memelihara keluarga dari api neraka yang dimaksud dalam Surat At-Tahrim ayat 6 di atas adalah menasehati keluarga supaya bertakwa dan taat kepada Alloh SWT, mentauhidkan Alloh, menjauhkan diri dari syirik, mengajarkan mereka tentang adab-adab serta syariat islam.
Para shahabat dan mufassirin memberikan penjelasan terkait tafsir ayat tersebut diantaranya:
1.       Berkata Qatadah Rahimahullah, “Suruh keluarga kalian untuk taat kepada Alloh. Cegahlah mereka dari berbuat maksiat. Hendaklah mereka melaksanakan perintah Alloh dan bantulah mereka. Apabila kalian melihat mereka berbuat maksiat, maka cegah dan laranglah mereka.
2.       Ali bin Abi Thalib Ra mengatakan, “Ajarkanlah agama kepada keluarga kalian dan ajarkan pula adab-adab islam.”
3.       Imam Asy-Syaukani yang mengutip dari perkataan Ibnu Jarir: “Wajib atas kita untuk mengajarkan anak-anak kita Dienul Islam (agama islam), serta mengajarkan kebaikan dan adab-adab Islam.
4.       Berkata Ibnu Jarir Ath-Thabari Rahimahullah, “Ajarkan keluarga kalian untuk taat kepada Alloh Azza wa Jalla yang (hal itu) dapat menyelamatkan diri mereka dari siksa api neraka.”

Penjelasan di atas bisa anda lihat di Tafsir Ibnu Katsir (IV/412-413) cetakan Maktabah Darus Salam, Tafsir ath-Thabari (XII/156-157) cetakan Darul Kutub Ilmiyah dan Tafsir Fath-hul Qadir (V/253) cetakan Darul Fikr.
Dengan begitu, seorang suami berkewajiban membekali dirinya dengan menuntut ilmu syar’I dengan cara mengikuti berbagai majelis ilmu yang mengajarkan Al-Qur’an dan Hadits sebagaimana pemahaman Salafus Shalih yakni generasi terbaik yang memperoleh jaminan Alloh. Sehingga dengan bekal ilmu tersebut suami sanggup mengajarkannya kepada istri serta keluarga.
Apabila seorang suami tidak sanggup mengajarkan ilmu agama, maka ada baiknya ia mengajak istri, anak bahkan keluarganya untuk menghadiri majlis ilmu secara bersama-sama. Dengan begitu mereka sekeluarga bisa memahami dan mengamalkan ilmu yang di dapatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, dengan cara suami dan istri yang hadir dalam majelis ilmu, maka bisa menjadikan  satu keluarga tersebut bisa memahami ilmu agama islam dengan tepat. Sehingga mereka bisa menjalankan ibadah sesuai syariat islam dengan hati yang ikhlas mengharap keridhoan Alloh SWT dan meneladani Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dengan begitu, maka akan mendatangkan berkah dan manfaat yang begitu banyak karena suami dan istri bisa saling memahami kewajiban serta haknya sebagai hamba Alloh.

Mendidik anak ilmu agama adalah tanggungjawab bersama
                Memang saat ini seluruh lini kehidupan serba membutuhkan uang, namun bukan berarti keluarga menjadi materialistis. Pasalnya tidak sedikit suami yang melalaikan kewajiban mengajarkan ilmu agama kepada keluarga dengan dalih mencari nafkah guna menghidupi keluarga. Seakan-akan dia merasa bahwa kewajibannya hanya cukup memberikan nafkah harta dan batin sementara hal yang tidak kalah penting yakni pendidikan agama dinomorduakan.
Suami hanya sibuk bekerja dari pagi hingga malam, namun jarang berkumpul bersama keluarga untuk melaksanakan ibadah berjamaah. Diantaranya hanya mempercayakan pendidikan anak kepada pihak sekolah sepenuhnya. Mereka rela membayar mahal untuk sekolah dan merasa bangga karena tugasnya sebagai orangtua telah ditunaikan.
Padahal disamping pendidikan sekolah, tidak kalah penting bagi suami untuk sesekali memperhatikan ketika istri dan anaknya solat, mendampingi mereka mengaji serta memperhatikan pendidikan agama mereka. Bagaimana bisa memiliki anak yang sholih jika tidak dibekali ilmu agama yang mumpuni.
Sementara pengaruh negatif berdatangan dari segala arah baik televisi, gadget, majalah, dan media hiburan lain yang siap mencemari perilaku dan fikiran anak. Bahkan tidak jarang media tersebut menggantikan posisi orangtua yang seharusnya pengaruh buruk media tersebut kita waspadai dampak buruknya terhadap anak.
Untuk itu seorang suami berkewajiban memperhatikan pendidikan keluarganya terlebih istri serta anaknya baik tentang ilmu tauhid, ibadah sholat, cara mereka menutup aurat, bacaan Al-Qur’an mereka, bagaimana pergaulan mereka serta berbagai ibadah lainnya. Sebab islam telah mengajarkan seluruh ilmu kehidupan dan tugas kita untuk belajar dengan mengamalkannya.
Seorang suami harus menasehati istrinya dengan cara yang baik, sabar dan lemah lembut bagaimanapun kondisi dan perilaku sang istri yang mungkin masih banyak kekurangan. Terlebih dalam memberikan nasehat ilmu agama, sebab sesuatu yang baik tidak akan menjadi baik bila tidak disampaikan dengan cara yang baik.
“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan.”(HR. Al-Bukhari (No. 5185-5186) dan Muslim (No. 1468 (62) dari Abu Hurairah Ra.)
Dalam hal ini seorang istri juga harus turut ambil andil dalam membantu suami tercinta dalam mendidik anak di rumah. Jika suami sudah mampu memenuhi nafkah keluarga, seorang istri diharapkan tetap tinggal di rumah untuk mengurus anak, rumah tangga dan menjauhkan mereka dari berbagai hal yang tidak sesuai dengan syariat agama islam.

Untuk itu, dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah memang diperlukan kerjasama yang bagus antara suami dan istri. Namun dibalik itu semua, tanggungjawab untuk menyelamatkan keluarga dari api neraka dengan ilmu agama tetap di tangan suami.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wahai Lelaki, Pelajarilah Ilmu Agama Sebagai Penyelamatmu dan Keluarga di Akhirat"

Post a Comment