Wanita
Berpengetahuan, Ibu Dari Generasi Dambaan
Allah ta’ala berfirman yang
artinya,”Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui.” (Qs.Az-Zumar (39):9)
Banyak
orang beranggapan bahwa, untuk apa seorang wanita sekolah tinggi-tinggi kalau
akhirnya mereka akan berurusan dengan dapur dan kasur. Anggapan tersebut
agaknya masih tetap berpengaruh di masyarakat. Banyak orang tua yang enggan
menyekolahkan anak perempuan mereka ke sekolah tinggi karena mereka fikir tidak
aka nada hasilnya. Padahal dari rahim anak-anak perempuan itu akan lahir
generasi-generasi penerus bangsa yang akan memikul tanggung jawab
keberlangsungan masa depan Negara dan agama. Sudah bukan zamannya lagi seorang wanita
menjadi pelaku pasif yang hanya bisa bersolek dan menangani urusan dapur saja.
Tugas merawat anakpun juga membutuhkan ilmu pengetahuan. Setiap saat, setiap
waktu ibu adalah tempat tanya jawab bagi anak. Ibu yang berilmu akan bisa
memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi oleh anak-anaknya.
Dari
tangan seorang ibulah anak-anak akan dididik menjadi orang besar dan sukses.
Mereka akan dididik sesuai skill dan bakat masing-masing. Pada dasarnya
pendidikan anak bukan hanya tugas guru sekolah, melainkan orang tua. Orang tua
merupakan guru pertama bagi mereka.
Bagaimana
mungkin seorang ibu yang tidak bisa baca tulis Al-Qur’an bisa menghasilkan
anak-anak penghafal Al Qur’an? Jawabannya tentu saja tidak. Bagi seorang wanita
muslimah, menuntut ilmu merupakan kewajiban. Seperti firman Allah dalam surat
Al-Mujadalah:11 yang artinya:
Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman diantaramu dan orang-orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Bukankah
firman Allah di atas sudah cukup tegas menjelaskan betapa berharganya ilmu.
Dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki, seorang wanita tidak akan
menggantungkan dirinya kepada suaminya 100 persen. Dengan ilmu yang dia miliki,
wanita dapat mengembangkan diri dalam karir. Namun bukan berarti wanita akan
menghabiskan waktunya seharian untuk bekerja. Ia harus tahu kewajibannya
sebagai istri dan ibu rumah tangga. Anak-anak dan suami harus tetap menjadi
prioritas utama.
Ilmu
agama akan memperindah perangai wanita
Ilmu
akan meningkatkan kualitas serta kecerdasan seorang wanita, sehingga ia bisa
menghadapi semua perubahan zaman. Menghadapi perbedaan dengan ketenangan jiwa,
dan membuat dirinya lebih dihargai oleh orang lain. Wanita yang berpendidikan
akan dipandang lebih orang lain. Apalagi wanita dengan ilmu keagamaan yang baik,
dia akan menjadi rujukan oleh banyak wanita lain.
Islam
mewajibkan setiap muslimah untuk menuntut ilmu, seperti halnya laki-laki. Jika
laki-laki mencari bekal ilmu untuk modal mencari nafkah, beda halnya dengan
wanita yang mencari ilmu guna mendidik anak-anaknya agar menjadi anak-anak yang
berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah,
apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui.” (Qs. Az-Zumar [39]: 9). Firman Allah tersebut menjelaskan
bahwa wanita yang berilmu sangatlah berbeda dengan wanita yang tidak berilmu.Dahulukan belajar Al-Qur’an
Semua ilmu itu baik, namun dahulukanlah belajar Al-Qur’an dibandingkan dengan ilmu yang lain. Karena Al-Qur’an merupakan pedoman seluruh umat muslim yang akan membimbing seluruh umat menuju kebaikan. Di dalam Al-Qur’an terdapat tafsir-tafsir yang harus dipelajari guna mendapatkan manfaat serta kebaikan selama hidup di dunia. Hidup tanpa Al-Qur’an bak malam tanpa penerangan. Jalan akan terseok-seok, dan bahkan mungkin bisa terperosok ke dalam jurang.
Wahai muslimah, tinggikanlah derajatmu dengan mempelajari banyak ilmu pengetahuan serta menghadiri majlis-majlis taklim. Jadikanlah lelaki yang memilihmu sebagai pendamping merasa bangga dengan tingkat keilmuan yang engkau miliki. Jadikanlah anak-anakmu merasa beruntung karena telah terlahir dari seorang muslimah anggun dan cerdas sepertimu, wahai wanita sholihah.
0 Response to "Wanita Berpengetahuan, Ibu Dari Generasi Dambaan"
Post a Comment