“Siapa yang membuat orangtuanya
menangis, maka durhakalah dia.” (HR. Bukhari)
Orangtua adalah seseorang yang jasanya tak kan terkira,
yang dengan kasih sayang dan kesabarannya merawat, mengurus, menghidupi,
menyekolahkan bahkan hingga menikahkan anak-anaknya. Apalagi sosok ibu, yang
air mata surga terlalu berharga untuk diteteskan karena kedurhakaan anaknya.
Sebagai anak, sudah seharusnya kita berbuat baik dan
berbakti kepada kedua orangtua. Bagaimanapun kondisinya, sifat-sifatnya,
pemahaman agamanya dan hal lain yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan
kita. Seberapapun beliau membuat kita jengkel atau marah jangan sampai air mata
surga itu membasahi kedua pipinya.
Jangan sampai kita malu untuk mengakui beliau yang
tidak lagi muda, tua renta, tidak berdaya, pakaian seadanya bahkan yang kita
anggap benalu. Ingatkan bagaimana dengan kasih sayangnya ia tidak tidur demi
menjaga kita saat sakit, menyuapi kita yang sulit makan sementara beliau
kelaparan, dll. Berbuat baiklah pada keduanya jangan sampai air mata surga itu jatuh
sia-sia.
Perintah
Alloh untuk berbuat baik pada si pemilik air mata surga
Begitu pentingnya berbuat baik kepada orangtua hingga
Alloh menurunkan ayat yang dirangkaikan dengan perintah untuk tidak menyembah
selain Alloh. Pemilik air mata surga ini memang layak mendapat tempat yang
mulia disisi Alloh berkat ketulusan, cinta dan kasih sayang untuk buah hati
tercintanya.
Jangankan membuatnya meneteskan air mata surga, kita
berkata “ah atau uh” saja kita tidak diperbolehkan, meski pemilik air mata surga
ini sudah lanjut usia ketika dalam pemeliharaan kita. Namun kita harus tetap
merendahkan diri kita mengucapkan kata-kata mulia serta mendoakannya dengan
penuh kasih sayang. Hal ini sebagaimana firman Alloh yang artinya:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar
kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik
kepada kedua orangtua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya
telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepadanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan
ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu
terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku,
sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya menyayangi aku waktu
kecil.”(QS. Al-Israa: 23-24).
Untuk itu sebagai buah hati yang berbakti, sudah
sepantasnya kita menaati sang pemilik air mata surga ini dalam hal yang baik.
Namun bila mereka meminta kita menyekutukan Alloh maka tidak ada dosa bagi kita
ketika tidak taat, justru kita tidak diperbolehkan menaatinya. Namun kita tetap
diharuskan menolak dan mengingatkan mereka dengan kata-kata yang tidak
menyakitkan.
“Dan kami perintahkan kepada manusia
(berbuah baik) kepada kedua orangtuanya: ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak
ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu menaati keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali
kepada-KU, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku beri tahukan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.“(QS. Luqman: 14-15)
Sebesar
apapun kebaikan untuk si pemilik air mata surga, tak kan mampu membalasnya
Sesungguhnya hak kedua orangtua atas
diri kita jumlahnya jauh lebih besar dan bayak bahkan berlipat ganda. Sehingga sebesar
apapun pengorbanan dan rasa sakit yang kita rasakan ketika membantu kedua
pemilik air mata surga ini, maka hal tersebut tidak akan sebanding untuk
membalas jasa mereka.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari disebutkan bahwa saat Abdullah bin Umar Ra. melihat seorang menggendong
ibunya untuk thawaf di Ka’bah dan kemana saja sang ibu inginkan, orang tersebut
kemudian bertanya, “Wahai Abdullah bin
Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?” Jawab
Abdullah bin Umar Ra, Belum setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan
kedua orangtuamu.” (Shahih Al Adabul Mufrad No. 9)
Tidak jarang saat rasa kecewa telah menghampiri diri
kita, entah akibat orangtua yang kurang mengetahui dan memahami ajaran islam
yang telah kita ketahui, maupun saat mereka menjadi halangan kita dalam
memahami agama, seolah-olah kita memiliki alasan untuk tidak bergaul dengan kedua
pemilik air mata surga ini secara baik.
Kita harus ingat bahwa bagaimanapun keadaan, sikap
dan perilaku orangtua kepada kita, kita harus tetap berbuat dan berkata baik
kepada pemilik air mata surga ini. Janganlah kita menyakitinya bahkan membuat
mereka menangis menitikkan air mata surga nya yang sangat berharga.
Dengan
membuat sang pemilik air mata surga ini menangis maka secara langsung kita
sudah mendurhakainya. Hal ini sebagaimana hadits Rosululloh:
“Siapa
yang membuat orangtuanya menangis, maka durhakalah dia.” (HR. Bukhari)
Untuk itu kita harus tetap bersabar ketika berdakwah
dan membimbing sang pemilik air mata surga ini, sebagaimana keduanya yang
senantiasa bersabar dalam mengajari dan membimbing kita di masa dahulu.
Janganlah kita sedikitpun berputus asa, biarlah Alloh yang menunjukkan hidayah
dan kuasanya.
0 Response to "Air Mata Ibu Adalah Air Mata Surga Yang Terlalu Berharga Untuk Diteteskan"
Post a Comment