setelah baca '' pasti menyesal tidak mengenakan hijab dari dahulu



Rosululloh SAW bersabda: “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

                Saat ini islam memang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya orang yang masuk islam dan banyaknya yayasan pendidikan islam sebagai pusat kajian ilmu. Selain itu kemajuan islam ini juga ditandai dengan tingginya kesadaran wanita berhijab cantik untuk menutup auratnya.
                Terlebih dengan berkembangnya dunia fashion, wanita berhijab bisa tetap tampil anggun, stylish dan kekinian. Namun tahukah anda dibalik gemerlapnya dunia fashion, kita bisa terjebak menjadi 2 golongan penduduk neraka jika kita tidak bisa membentengi diri. Bahkan golongan wanita penduduk neraka tersebut salah satunya dari kalangan wanita berhijab.

Wanita berhijab, satu dari 2 golongan penduduk neraka
                Memang banyak model hijab saat ini, ada beragam warna, model dan ukuran. Namun terkadang wanita berhijab tidak mengetahui mana model baju dan kerudung yang sesuai syariat islam. Sehingga mereka hanya mengikuti model fashion hijab yang sedang trend tanpa memfilter mana yang sesuai syariat dan mana yang bukan.
                Untuk  golongan dari wanita berhijab namun nantinya menjadi penduduk neraka, hal ini telah dijelaskan dalam hadits:
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, “Rosululloh SAW bersabda:  Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian (HR. Muslim No. 2128)

Penjelasan dari hadist wanita berhijab menjadi golongan penduduk neraka
Hadits tersebut menjelaskan terkait fenomena wanita berhijab cantik namun hakikatnya berpakaian tapi telanjang (tabarruj). Dimana tabarruj adalah memperlihatkan keindahan dan kecantikannya. Asalnya tabarruj adalah bersolek atau berhias. Dari hadits diatas bisa diketahui bahwa golongan penduduk neraka adalah:

1.      Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia
Para ulama mengemukakan, bahwa mereka ialah para polisi yang telah mencambuk manusia namun tidak disertai alasan yang benar.
Nabi SAW bersabda yang artinya: “Mereka mencambuk manusia dengannya…” yaitu cambuk panjang yang ada bulunya. Mereka mencambuk manusia tanpa disertai alasan yang tepat. Bila mencambuk dengan alasan yang tepat, maka tidak mengapa, hal ini sebagaimana firman Alloh :
“ Pezina perempuan dan pezina laki-laki, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Alloh jika kamu beriman kepada Alloh dan hari kemudian, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2).
Itulah mencambuk manusia yang dibenarkan, bahkan kita dilarang memiliki belas kasihan ketika melakukannya, Tetap barangsiapa yang mencambuk manusia tanpa ada alasan yang hak, maka ia mendapat ancaman tergolong penghuni neraka.

2.      Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok kepalanya seperti punuk unta yang miring
Untuk poin wanita berpakaian namun telanjang ini ada beberapa pendapat yang berbeda yakni:

a.       Ada pendapat yang mengemukakan bahwa wanita berhijab cantik sebenarnya cara berpakaian mereka seperti pakaian pada umumnya, namun telanjang dari pakaian taqwa. Sebagaimana firman Alloh SWT: …”Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik…”(Al-A’raf: 26).
Sebagaimana pendapat tersebut, maka hadits tersebut mencakup seluruh perempuan jahat dan fasik, meski mereka berpakaian lebar. Sebab yang dimaksud pakaian adalah pakaian yang terlihat seperti baju, namun telanjang dari takwa.

b.       Ada juga yang mengatakan bahwa wanita berhijab yang berpakaian tersebut adalah penggoda orang lain. Wanita berhijab cantik tersebut tabarruj (menampakkan perhiasannya) atau menggunakan minyak wangi ketika mereka keluar rumah

c.       Ada juga yang mengatakan bahwa wanita berhijab tersebut berpakaian namun tidak menutupi auratnya. Sebab pakaian yang digunakan tersebut terlalu tipis, terlalu pendek atau ketat jadi tidak menutupi auratnya. Semua wanita yang menggunakan pakaian demikian disebut berpakaian namun telanjang hadits “ia berjalan berlenggak-lenggok” ialah sisiran yang modelnya ke samping sehingga rambutnya berada pada 1 sisi. Hal ini tergolong condong, sebab ia mencondongkan sisirannya. Terlebih sisirannya tersebut tergolong kebiasaan orang-orang kafir.

d.       Untuk sabda Nabi “Rambut mereka (disasak) seperti punuk unta yang condong) adalah wanita berhijab yang meninggikan bagian rambutnya hingga miring ke kiri atau ke kanan yang menyerupai punuk unta yang miring.
Sebagian kalangan ulama mengatakan, :bahkan perempuan tersebut meletakkan sorban (imamah) di atas kepalanya mirip imamah kaum laki-laki, sehingga kerudung wanita berhijab tersebut meninggi dan terangkat seperti punuk unta. Mereka memperindah pakaian dengan keindahan yang bisa memunculkan fitnah.

e.       Sementara untuk sabda nabi bahwa “mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga” yakni mereka tidak bisa memasuki dan tidak pula bisa mendekati surga. Padahal wangi aromanya tercium dari perjalanan 70 tahun atau lebih. Namun wanita berhijab tersebut tidak akan bisa mendekatinya, karena ia berpakaian tapi telanjang, keluar dari jalan lurus, kepalanya dimiringkan seperti punuk unta yang miring dan ia berjalan berlenggak-lenggok yang dapat memunculkan fitnah.


Hadits di atas menjelaskan bahwa hal-hal yang sebagaimana disebutkan di atas termasuk wanita berhijab namun telanjang dari pakaian takwa hukumnya adalah haram. Karena semuanya diancam tidak bisa atau terhalang memasuki surga yang sekaligus menunjukkan bahwa hal tersebut tergolong dosa besar. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "setelah baca '' pasti menyesal tidak mengenakan hijab dari dahulu"

Post a Comment